Mengenal Sejarah Public Speaking

MAGELANG – Secara etimologi, kata Public berasal dari bahasa Inggris yang berarti “masyarakat umum” sedangkan Speaking adalah berbicara atau berpidato. Istilah Public Speaking berawal dari para ahli retorika, yang mengartikan sama yaitu seni (keahlian) berbicara atau berpidato yang sudah berkembang sejak abad sebelum masehi. Dalam sejarahnya yang panjang, istilah public speaking lebih dikenal dengan sebutan retorika atau dalam bahasa Inggris rhetoric bersumber dari bahasa Yunani rhet yang berarti orang terampil dan tangkas dalam berbicara. Pengertian retorika berkembang meliputi kemahiran melahirkan suatu gagasan, pandangan, pendapat, kelancaran berbicara, kepiawaian mempengaruhi orang banyak dengan kata -kata, daya kreasi dan improvisasi.

Pada era modern retorika (seni atau kepandaian berpidato) lebih dikenal dengan istilah public speaking, sebutan ini tentu saja terkait dengan kemajuan perkembangan komunikasi yang sangat dinamis dan cepat. Public speaking merupakan ilmu berbicara di depan umum, berani berbicara di depan publik atau sejumlah orang merupakan kegiatan yang pada dasarnya dilakukan dalam rangka komunikasi. Sedangkan tujuannya adalah menyampaikan pikiran dan perasaan kepada orang lain agar mereka mengikuti kehendak kita. Dilihat dari istilah bahasanya Public Speaking merupakan hal yang baru, namun dalam kenyataan dan substansinya sama dengan retorika.

Pada abad ke-20, retorika mengambil manfaat dari perkembangan ilmu pengetahuan modern, khususnya ilmu-ilmu perilaku seperti psikologi dan sosiologi. Istilah retorika mulai digeser speech communication, atau oral communication atau lebih dikenal dengan public speaking. Jason S.Wrenc menjelaskan bahwa public speaking adalah proses dari perancangan dan
pengiriman sebuah pesan kepada audien. Public speaking yang efektif adalah melibatkan diri dengan pemahaman audien dan tujuan pembicaraan, memilih topik dasar yang sesuai dengan latar belakang audiens serta mampu mengirimkan pesan dengan terampil. Dapat disimpulkan bahwa public speaking adalah bentuk komunikasi lisan baik berupa presentasi, ceramah, pidato atau jenis bicara di depan umum lainnya untuk menyampaikan sebuah ide, gagasan, pikiran, dan perasaan secara runtut, sistematis, dan logis dengan tujuan memberikan sebuah informasi, mempengaruhi bahkan menghibur para audiens. Seperti halnya bentuk komunikasi, public speaking juga memiliki beberapa elemen dasar dengan model komunikasi yang dikemukakan oleh Laswell yaitu pembicara (speaker), pesan (message), pendengar atau khalayak (audiens), medium dan efek.